Pemikirian tentang kondisi bangsa bejibun, cuma gak ditulis. Itu bagaikan tamu yang numpang, setelah selesai minum teh, lalu pergi. Kata Pram, “orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

Menulis adalah momen katarsis, di mana kita bisa mengendapkan pengetahuan atau pengalaman. Dalam kanal itu, kita bisa membangun pemaknaan. Dari pemaknaan, kita berharap akan lahir kearifan. Menulis, dalam konteks perubahan sosial, berarti berani mengungkap kebenaran. Menulis juga berarti berani bersikap kritis menanggapi ketidakadilan sosial yang terjadi.

Di dalam politik, menulis bisa menjadi pemicu perubahan besar, seperti revolusi atau reformasi radikal. Menulis juga bisa memicu lahirnya gerakan pencerahan yang menyebarkan inspirasi ke seluruh dunia. Begitu banyak contoh atas hal ini, mulai dari reformasi Gereja, revolusi Prancis, sampai dengan musim semi Arab yang masih penuh ketegangan sekarang ini. Bisa dibilang, menulis adalah salah satu persyaratan bagi lahirnya “yang politis” (das Politische) itu sendiri.

Lebih dari itu, dengan menulis, Pram bilang: “Tahukah kamu mengapa aku sayangi kamu lebih dari siapa pun? Karena kamu menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”

Jadi, bagi kamu si jomblo yang pengen dapet pacar, atau kamu yang pengen tambah disayang pacar, nulis lah kuy.

Cek format penulisan di gambar berikut.

Tulisan mu akan di post di media himapolindo, dan juga akan dibukukan pada 17 Agustus 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s